Pemerintah Dorong Percepatan Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura

- Rabu, 2 Februari 2022 | 15:43 WIB
Menkumham Yasona Laoly  (Instagram./yasonna.laoly)
Menkumham Yasona Laoly (Instagram./yasonna.laoly)

HALUAN KALBAR - Pemerintah terus menjalin komunikasi dengan DPR agar proses ratifikasi perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura dapat segera diselesaikan.

"Pemerintah akan mendorong percepatan proses ratifikasi, dan kami percaya seluruh pihak terkait akan memiliki pandangan yang sama, mengingat besarnya manfaat yang akan kita peroleh dalam upaya mengejar pelaku tindak pidana," ungkap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, Rabu 2 Februari 2022.

Menurut Yasonna, DPR harus segera meratifikasi perjanjian ekstradisi RI-Singapura demi memudahkan penegak hukum mengejar buronan yang masih berkeliaran di luar negeri, khususnya Singapura.

Baca Juga: KPK akan Periksa Direktur RSUD Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi Rahmat Effendi

"Perlu dipahami bahwa selama ini, upaya memulangkan pelaku tindak pidana yang melarikan diri ke Singapura maupun transit di Singapura, kandas karena tidak adanya perjanjian bilateral," tuturnya.

Menurut Yasonna, perjanjian ekstradisi pada pokoknya adalah perjanjian yang mengatur tata cara penyerahan seseorang yang disangka atau dipidana karena melakukan suatu tindak pidana oleh suatu negara, kepada negara yang meminta penyerahan.

Bentuk kejahatan yang disepakati untuk dapat dijadikan dasar ekstradisi juga diatur dalam perjanjian tersebut. Sesuai hasil kesepakatan, perjanjian ekstradisi RI-Singapura mencakup 31 tindak pidana antara lain pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta korupsi.

Baca Juga: 60 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir Bandang, Jaringan Komunikasi Sempat Terganggu

Tidak hanya itu, perjanjian ini juga bersifat dinamis karena kedua negara sepakat menggunakan prinsip open ended dalam menentukan jenis tindak pidana yang dapat diekstradisi.

Hal ini merupakan upaya untuk mengantisipasi kejahatan lainnya di masa mendatang yang disepakati kedua pihak, sehingga mekanisme ekstradisi dapat tetap dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Syafarudin Ariansyah

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X