Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Diteken, Kejagung Siap Buru 247 Buronan

- Jumat, 28 Januari 2022 | 18:00 WIB
Ilustrasi buronan
Ilustrasi buronan

HALUAN KALBAR - Dengan adanya perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura akan memudahkan Kejaksaan agung (Kejagung) untu proses pengejaran buronan yang kabur ke Negeri Singa tersebut.

"Dengan adanya perjanjian ekstradisi ini mempermudah kalau dia buronan masuk ke Singapura, bisa lebih mudah kita kerjasama," terang Jampidsus Kejaksaan Agung Kejagung Febrie Adriansyah, Kamis.

Menurut Febri, berdasarkan data yang ada Kejaksaan Agung hingga sekarang ada 247 orang buronan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) baik dari pidana korupsi maupun lainnya.

Baca Juga: KPK akan Periksa Istri Alex Noerdin terkait Kasus Suap Bupati Nonaktif Banyuasin

"DPO di JAMPidsus ada 247 orang. Jadi DPO itu ada juga (perkara) pajak, pabean, jadi bukan hanya korupsi saja," bebernya.

Lebih jauh Febrie memaparkan dari daftar 247 sampai saat ini masih belum diketahui berapa jumlah yang bersembunyi di Singapura. Hal itu disebabkan, para buronan biasanya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baca Juga: LPSK Imbau Para Korban Pinjol Ilegal Lapor Polisi jika Mendapatkan Ancaman dan Intimidasi

"Namun kami tidak bisa memastikan DPO itu di Singapura. Umpamanya di Singapura, sama sini kan belum terindikasi. Namanya DPO buron kan di satu tempat," tandasnya.***

Editor: Syafarudin Ariansyah

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X